Sponsored Links

Showing posts with label borneo. Show all posts
Showing posts with label borneo. Show all posts

Thursday, July 31, 2014

Budidaya Kedelai

Pengolahan Tanah

Pengolahan tanah untuk budidaya kedelai sangat penting, karena kedelai harus berkecambah dengan semppurna supaya dpat berkembang dengan maksimal, selain itu benih juga memerlukan kelembapan dan oksigen yang cukup.


Ada beberapa tujuan pengolahan tanah adalah supaya tanah menjadi gembur, pembenaman sisa-sisa tanaman, memecah bongkahan-bongkahan tanah, perataan tanah, dan pemberantasan rumput.

Kondisi lahan yang akan ditanami:

1. Tanah tegalan
Pengolahan tanah pada tegalan dilakukan dengan cara dibajak, digaru dan diratakan. Sisa-sisa gulma dibuang, dan pelaksanaannya dilakukan pada akhir musim kemarau karena pada awal musim hujan benih ahrus segera ditanam.
Untuk penanaman kedua tanah tidak usah diolah lagi. Dan jangan lupa membuat bedengan atau kalenan-kalenan seperlunya.

2. Permukaan lereng
Pengolahan dilakukan dengan cara terasering agar erosi pada permukaan tanah dapat diperkecil.

3. Lahan sawah
Tanah diolah dengan cukup untuk membuat jerami padi sampai kepermukaan tanah, kemudian jerami disingkirkan. Buat lubang dengan tugal pada petakan dengan lebar 3 m – 10 m, panjang disesuaikan dengan kondisi lahan.
Diantara petakan dibuat saluran drainase selebar 25-30 cm, dengan kedalaman 30 cm, diamkan selama 7-10 hari untuk menutupi bibit yang telah ditebar atau dimasukan ke dalam tanah yang ditugal.



Pemilihan Bibit

Benih yang baik untuk budidaya kedelai ialah benih yang sudah cukup tua, utuh, dan warnanya mengkilat. Bibit dibutuhkan sebanyak 50-75 kg untuk 1 ha, bibit bisa didapat dari took-toko yang menyediakan bibit ataupun denga bibit hasil pertanian sendiri.

Untuk mendapatkan hasil budidaya yang maksimal maka pemilihan bibit pun harus yang berkualitas. Syarat-syarat bibit unggul:

1. Benih dipanen setelah buah matang
2. Diambil dari tanaman yang sehat
3. Produksi tinggi
4. Pertumbuhan tanam seragam
5. Bersih dari kotoran, hama, penyakit dan gulma
6. Tidak keriput, tidak luka, dan mengkilat
7. Harus kering benar
8. Sudah harus ditanam paling lambat 8 bulan sejak dipanen
9. Disimpan dalam kelembapan < 60%

Ada dua cara untuk mengadakan pembibitan yaitu, bibit disimpan dalam bentuk biji dan bibit disimpan dalam bentuk buah.

Bibit yang disimppan dalam bentuk biji, caranya tanaman yang sudah kelihatan tua yang buahnya banyak, batangnya besar, buahnya tidak mudah pecah dan bebas penyakit lalu kita petik.
Kemudian ditampi. Pilih biji yang besar, mulus dan tidak keriput, kemudian dijemur lagi hingga kering. Campurkan debu sedikit minyak tanah. Masukan ke dalam kaleng dan tutup rapt-rapat.

Bibit yang disimpan dalam bentuk buah caranya, tanaman di cabut dan dijemur sampai benar-benar kering. Ikat dan gantungkan di atas tungku api. Menjelang tanam, yaitu 3-4 hari sebelum tanam ikatan dipukul-pukul agar biji lepas kemudian dipilih biji yang baik dan dijemur.

Pembuatan Lubang Tanam

Pembuatan lubang tanam dilakukan dengan alat tugal, lubang dibuat sedalam 3-4 cm. jarak tanam tergantung dari kesuburan tanah, dan ketersedian air maupun varietas yang ditanam. Dapat menggunakan ukuran 20 x 40 cm, 25 x25 cm, 30 x 15 cm atau 30 x 30 cm.

Cara Penanaman

Cara penanaman kedelai ada dua cara, dengan cara ditebar dan dengan cara ditugalkan. Penanaman dengan cara ditebarkan akan memperoleh tumbuhan yang tumbuh tidak merata, bibit yang dibutuhkan lebih banyak, namun waktu dan tenaga yang digunakan lebih singkat.
Penanaman dengan cara ditugal memerlukan 3 orang, 1 oorang untuk membuat lubang, 1 orang memasukan benih, dan 1 orang lagi memasukan pupuk dasar dan menutup lubang.

Apabila penanaman dilakukan pada lahan yang tidak pernah ditanami kedelai, maka benih dicampur dengan bakteri rhizobium. Caranya sama seperti yang dijelaskan pada pembahasan budidaya kacang hijau, yaitu dicampur dengan legin.

Setiap 5-10 gram dibatasi sedikit air, kemudian dicampur dengan benih 1 kg. jika legin tidak ada, benih bisa diberi tanah yang sudah sering ditanami kedelai (kacang-kacangan). Setiap 1 kg benih dicampur dengan 100-250 gram tanah. Kemudian diangin-anginkan, lalu ditanam tiap lubang 2-3 butir benih.
Tahap Pemeliharaan Tanaman

1. Pengairan

Pengairan dapat dilakukan dengan menggenangi saluran drainase selama 15-30 menit. Tanah jangan terlalu becek ataupun kekeringan. Saat perkecambahan umur 0-5 hari, 15-20 hari, masa pembungaan dan pembentukan biji (35-65 hari), sangat memerlukan air. Sedangkan saat menjelang panen, tanah sebaiknya dalam keadaan kering.

2. Pemupukan

Pemupukan dilakukan 2 kali, yaitu, sebelum dilakukan penanaman atau saat tanam, dan pupuk susulan.
Dosis pupuk yang diberikan pada tanaman kedelai yaitu, TSP 75 kg – 200 kg/ha, KCl 50 – 100 kg/ha, dan Urea 50 kg/ha. Sedangkan untuk pupuk susulan yaitu urea 50 kg/h, pupuk susulan diberikan ketika tanaman berumur 20-30 hari setelah tanam. Pupuk diberikan didalam larikan di antara barisan tanaman kedelai kemudian ditutup tanah.

3. Penyulaman dan penyiangan

Penyulaman dilakukan seminggu setelah benih ditanam, hal ini dilakukan untuk mengganti apabila ada tanaman yang mati.

Kegiatan penyiangan pertama dilakukan bersamaan dengan pemberian pupuk susulan. Sedangkan penyiangan kedua dilakukan setelah tanaman berbunga. Penyiangan dilakukan untuk untuk membersihkan gulma dan penggemburan tanah dapat dilakukan pada saat penyiangan.

Pengendalian Hama dan Penyakit

Hama yang sering menyerang tanaman kedelai antara lain:

Kembang daun, ciri-cirinya, warna hitam, dibagian pinggir terdapat garis-garis kuning, dan bertelur dan menetas pada daun.
Cara pengendaliannya, semprot dengan Azondrin 15 WSC, Kharpos, dan 0,1% Tacophene dalam bentuk cair.



Kepik polong, ciri-cirinya, bentuk tubuh dan warna mirip walang sangit, dan bergaris putih dan kuning disepanjang tepi sisi badannya.
Cara pengendaliannya, semprot dengan Bayrusil dengan dosis 1-2 cc/liter, dan semprot dengan insektisida Azodrin 15 WSC, Dursban 20 EC setiap 1-2 minggu setelah tanaman 50 hari.



Lalat kacang, ciri-cirinya, lalat kecil dengan warna hitam, warna 1,5 mm, bertelur pada keping biji yang sedang tumbuh, bertelur pada pagi hari, dan berkepong-pong pada bagian kulit pangkal daun.
Cara pengendaliannya, dicegah dengan cara menanam ketika tanah masih dalam keadaan lembab dan subur, sebelum benih ditanam campur dengan insektisida Marshall 200 EC, dan lakuakn penyemprotan dengan Azodrin 15 WSC, Dursban 20 EC, dan Lonnate 25 WP.

Ulat penggerek polong, ciri-cirinya, bertelur dibawah daun buah.
Cara pengendaliannya, semprot tanaman pada waktu pembentukan polong dengan insektisida surecid, Agrothion 50 EC, dan Dursban 20 EC.

Ulat prodenia, ciri-cirinya, larva berikuran panjang ± 3 cm berwarna hitam, ada garis-garis kuning di punggung dan samping, bertelur di permukaan daun, dan berkepompong di dalam tanah.
Cara pengendaliannya, semprot pada permukaan daun bagian atas dengan insektisida Azodrin 15 WSC dan Thiodon 35 EC dua kali seminggu setelah ditemukan telur.

Ulat jengkal, ciri-cirinya, berwarna hitam dan berjalan seperti jengkal.
Cara pengendaliannya, semprot dengan insedktisida Agrothion 50 EC, basudin 60 EC, dan Azodin 15 WSC.

Penyakit yang menyerang tanaman kedelai antara lain:

Bercak daun, penyebabnya bakteri Xanthomonas phaseoli. Gejalanya, pada permukaan bawah daun terdapat bintik berwarna kuning dan warna coklat di tengash bercakan, kemudian bercak-bercak bergabung menjadi lebih besar, dan tanaman menjadi layu dan mati. Cara menanggulanginya, penanaman varitas harus yang tahan penyakit, mermbersihkan gulma, dan semprot dengan Bentate 50 WP, Bayleron 250 EC

Penyakit karat, penyebabnya, Cendawan Phakospora pachyrhizi. Gejalanya, muncul saat tanaman selesai berbunga, di permukaan daun bagian bawah terdapat bintik-bintik coklat, spora berwarna coklat bertaburan apabila disentuh, dan polong banyak yang tidak berisi. Cara menanggulanginya, penanaman varietas harus yang tahan penyakit, tanam serempak, pergiliran tanaman, membersihkan gulma, dan semprot dengan Benlate dosis 2 gram/liter, Baycor 300 EC, Bayleron 250 EC.

Mozaik, penyebabnya virus, gejalanya tanaman jadi kerdil, daun menggulung dan agak keriput, dan jarak antara cabang pendek.

Penanggulangannya, menanam parietas yang tahan penyakit, pergiliran tanaman, tanaman yang terserang cabut dan bakar, membersihkan gulma, kemudian semprot dengan Basudin 60 EC.

Menanam dan Mengolah Kebun Kelapa Sawit

INVESTASI KEBUN KELAPA SAWIT

1.Sepesis tanaman sawit ;
Siapa menyangka tanaman hias ini bias menjadi prima dona menjadi pertanian terfavorit sekarang ini:


2. Tidak heran bila pemerhati lingkungan dunia merasa perlu memperingatkan akan hutan tropis dunia sekarang ini menjadi berkurang disebabkan gencarnya perkebunan sawit dunia.


NEGARA-NEGARA YANG LUAS AREA PERKEBUNAN SAWIT-NYA PENGHASIL CPO:


3. Produksi tandan buah segar(TBS) Dari tiga jenis tanah ;
  • tanah tinggi/perbukitan
  • tanah rawa pasang surut/gambut tipis
  • tanah rawa pasang surut/gambut tebal
4.Tanaman sawit hampir tidak memilih tanah untuk ditumbuhi dalam menghasilkan tandan buah segar(TBS)
MENURUT PENELITIAN DIBAWAH INI :



5. Indonesia secara data statistic
MENJADI NEGARA YANG BESAR DALAM PENGEMBANGAN PERKEBUNAN KELAPA SAWIT NYA. Statistik

LUAS AREA BERDASAR KEPEMILIKAN (1000 HA)

            TAHUN
          RAKYAT
        NEGARA
           SWASTA
          TOTAL
2006
2.550
687
3.358
6.595
2007
2.752
606
3.409
6.767
2008
2.882
603
3.879
7.364
2009
3.014
608
3.885
7.507
             2010*
             3.315              617              3.893
           7.825
Keterangan : * Estimasi ,Sumber  : Ditjenbun, 2010

Keterangan : * Estimasi ,Sumber : Ditjenbun, 2010

6.Perkebunan sawit di Indonesia sejak tahun 2001-2010 selalu meningkat TBS yang dihasilkan, seiring dengan perluasan lahan penanama dari seluruh nusantara.
Demikian pula dengan harga CPO yang selalu meningkat menjadikan bisnis faporit saat ini.

MENURUT PENELITIAN PRODUKSI KELAPA SAWITINDONESIA DIBAWAH INI:


Guna menjamin keberhasilan pengembangan kelapa sawit diperlukan penyediaan bahan tanaman yang baik dan bermutu dalam jumlah yang memadai. Ada 3 (tiga) jenis kelapa sawit yang dibudidayakan yaitu Pisifera, Dura dan Tenera. Jenis yang terakhir ini banyak diusahakan oleh perusahaan maupun petani.


Adapun "jenis kelapa sawit" berdasarkan ketebalan daging buahnya adalah :

1. Dura
Dura merupakan sawit yang buahnya memiliki cangkang tebal sehingga dianggap memperpendek umur mesin pengolah namun biasanya tandan buahnya besar-besar dan kandungan minyak per tandannya berkisar 18%.

2. Psifera
Pisifera buahnya tidak memiliki cangkang namun bunga betinanya steril sehingga sangat jarang menghasilkan buah.

3. Tenera
Tenera adalah persilangan antara induk Dura dan jantan Pisifera. Jenis ini dianggap bibit unggul sebab melengkapi kekurangan masing-masing induk dengan sifat cangkang buah tipis namun bunga betinanya tetap fertil. Beberapa tenera unggul memiliki persentase daging per buahnya mencapai 90% dan kandungan minyak per tandannya dapat mencapai 28%. Dan jenis inilah yang dijual sebagai bibit unggul jadi sebaiknya anda memperhatikan gambar di bawah ini untuk membedakan jenis kelapa sawit tersebut.


Gambar Jenis Kelapa sawit Berdasarkan daging buah


Untuk mendapatkan benih kelapa sawit yang direkomendasikan oleh Direktorat Jenederal Perkebunan penangkar bibit di Kabupaten Sambas harus memesan benih/kecambah kelapa sawit dengan salah satu lembaga yang ditunjuk seperti : Pusat Penelitian Kelapa Sawit (Medan), Balai Penelitian Kelapa Sawit Marihat (Pematang Siantar), PT.Socfindo (Medan) dan PT.PP London Sumatera (Medan) atau Sub Station Pusat Penelitian Marihat Parindu (Sanggau).

Sedangkan berdasarkan warna kulit buah maka kelapa sawit di bedakan atas :

1. Nigresens
Nigresesens memiliki ciri buah dengan warna kulit hitam saat muda dan berwarna merah saat tua

Gambar sawit nigresens

2. Verescens
Verescens adalah jenis kelapa sawit dengan warna kulit buah hijau saat muda dan berwarna kuning kemerahan saat tua.
gambar sawit verescens

3. Albesens
Albesens sesuai dengan namanya adalah kelapa sawit dengan buah yang kulitnya berwarna putih saat muda dan berwarna kuning pucat saat tua. Kalau jenis yang ini konsultasisawit juga belum pernah menemukan walaupun sudah lama melanglang buana di perkebunan kelapa sawit.


JENIS BIBIT SAWIT MENURUT SELERA:
Seiring dengan berkembang nya teknologi membuat bibit sawit unggulan semakin memudahkan masyarakat memilih


Sebelum terjadi perkawinan silang :
1.cangkang lebih teban dan daging tipis
2.daging tebal dan cangkang lebih tipia
Setelah terjadi perkawinan silang : 
hasil nya memuaskan dan dapat diterima oleh pengembang



Proses pembuatan kecambah sawit dalam penelitian begitu ketat dalam penyeleksian hingga selesai,biasa nya kecambah tersebut dimasukan dalam kantong atau kotak ..isi dalam satu bungkus/kotak 250butir,dan dikemas dalam peti kayu/kotak…sebanyak 40bungkus,dan didalam nya terdapat (NO register kantong/sertivikat) bibit tersebut,sebagai pemula haruslah berhati-hati dengan bibit palsu.



Bila pembebasan lahan telah selesai petani sawit harus melakukan pembibitan secara serentak atau ber tahap sesuwai keinginan dan kondisi lokasi tersebut,diawali dengan memilih salah satu merek dari prusahaan peneliti bibit sawit,

ADA BERBAGAI MEREK BIBIT KELAPA SAWIT:

1.COSTARICA 
2.SOPINDO 
3.MARIHAT 
4.LONSUM
DLL



Pilihlah salah satu merek tadi dengan cara mengetahui ke unggulan masing-masing sehingga anda dapat memilih bibit sesuai yang anda kehendaki.



Pembibitan dilakukan diawali dengan tahap:
1. Pembersihan lahan untuk lokasi,
2. Menyiapkan polibet kecil sesuai yang anda butuhkan, 
3. Tanah yang akan dimasukan kepolibet haruslah tanah yang baik dihancurkan dgn cara mencangkul,bila tanah dianggap kurang baik lakukan dng mencampurkan pupuk sesuai takaran, setelah kecambah sawit di tanam harus disiram 2 kali sehari dan harus membersihkan rumput disekitar sawit 3 minggu sekali agar pertumbuhan bibit tidak terganggu rumput yang tumbuh.



Bila bibit sawit sudah berumur 6.bln-12.bln maka diajurkan menganti polibit kecil menjadi polibet besar agar akar bibit tidak terlalusempit untuk berkembang sehinga bila masa penanaman akar bibit tidak terganggu, apabila akar bibit terganggu saat penanaman tanaman sawit akan panjang masa stressnya. 

Lakukan penyeleksian bibit yang ada karma tidak semua bibit akan baik pertumbuhan nya ,bila terlihat bibit menguning /tidak sempurna seperti yanglain maka jgn sampai di tanam untuk menghindari non produksi.



Biasa nya pembibitan harus bersamaan dengan pembukaan lahan sawit dengan cara membersihkan lahan tanam setelah dilakukan pemetaan/GPS/topografi maka lahan akan dapat diketahui secara menyeluruh,biasa nya lahan tersebut ada beberapa kategori antaralain dataran rendah (pasang surut) dan tanah tinggi (perbukitan).

1.Dataran rendah (rawa pasang surut) lakukan pembuatan tanggul untuk membendung air yang akan membajiri lokasi sehinga air tidak masuk ke lokasi kebun dan lakukan pembuatan parit/kanal yang dapat dialiri air sehingga dapat memper tahankan ketinggian permukaan air dari dasar tanah sehinga bibit sawit yang ditanam tidak terganggu perkembangan nya,ketingian permukaan tanah dari permukan air harus dipertahankan antara 60-80cm.

2. Dataran tinggi (perbukitan) lakukan topografi dilahan kemiringan yang curam sebelum pengusuran tanah (tingkatan), bila kemiringan tanah tidak terlalu curam maka tidak perlu melakukan tingkatan/perataa.




Pilihan alat berat yang pas untuk melakukan pembersihan lahan pasang surut(tanah rawa)exsavator dan untuk pembersihan lahan di tanah tinggi(bukit) bull doccer,sebelum pengolahan lahan memakai alat maka lakukan pemetaan lokasi dan berika patok kayu atau aba-aba sehinga oprator tidak menjadi bingung.



Dalam pembuatan kebun sawit akses jalan sangat dibutuhkan baik untuk pengangkutan logistic maupun hasil perkebunan,yang harus digaris bawahi adalam bila jalan akses kperkebunan baik maka dapat menekan pengeluaran cost yang tinggi dan begitupula sebalik nya,lakukan perawatan dan untuk tanah rawa (pasang surut) pemeliharaan kanal penghubung dan tanggul penahan luapan air.

Bila lokasi perkebunan sawit telah selesai pembersihan dan penataan lokasi lahan curam biasa dilakukan titik tanam seperti dibawah ini,tiba waktunya untuk melakukan pemancangan (letak batang sawit) jarak pancang satu ke pancang berikut nya ada beberapa pandangan yang menjadi pilihan anda antara lain =
1. 8mx8m
2. 8mx9m
3. 9mx9m 
Dalam menentukan barisan ada dua pilihan matalima dan segi empat.




Penanaman bibit kelapa sawit biasanya umur 18.bln – 24.bln dilakukan lahan barutanam maupun penanaman ulang, dilakukan pelobangan lebar 40cm x 40cm. dan dalam 30cm - 40cm, jangan sampai terlalu dalam pengalian karna humus tanah ada dipermukan tanah,usahakan tanah permukaan yang ditimbunkan ke bibit sawit baru tanam ,untuk lahan pasang surut sebelum penanaman biasa nya setelah dilobangi diberikan pupuk kapur untuk menghindari zat asam yang tinggi diamkan beberapa hari lalu lakukan penanaman



Setelah penanaman ada factor penting untuk di waspadai adalah perusakan tanaman oleh hama yang tidak asinglagi nama nya:babi gajah dan tikus,untuk menghindari serangan binatang dan hewan ini untuk tanah rendah(pasang surut) dan tanah tinggi(perbukitan)coba lakukan alternative sebagai berikut pilihlah menurut anda yang paling baik : 
1. Melakukan pengalian/parit gajah disekelililng lahan/batas tanah
2. Lakukan penyetroman dengan membentangkan kawat aliran listrik sekeliling areal perkebunan
3. Lakukan pengan dangan permanent dgn kayu atu kawat berduri
4. Lakukan penaburan racun keseluruh areal perkebunan agar binatang/hewan tersebut bila memakan nya akan keracunan dan mati, (khusus hama tikus) 

Biasanya lakukan penanaman bibit yang cukup besar batang nya(lingkar batang 40cm.) berkisar umur bibit 25-30bln.



Bila masa tanam sudah selesai lakukan penanaman kacang-kacangan,dan pemupukan sudah harus diatur jadwal nya,dan lakukan pembersihan lahan dengan melakukan penebasan atau memakai racun kontak herbisida,dan lakukan pemantauwan bila ada yang pertumbuhan kurang baik atau mati atau jenis lain,lakukan penyulaman dengan segera agar tidak terlalu jauh perbandingan batang yang sudah hidup.gambar kebun sawitah ini termasuk lahan kebun yang terawat dengan baik.



Gambar kebun sawit dibawah ini adalah kebun sawit yang tidak terawatt kurang pupuk, irigasi tidak lancar dan sawit tidak di bokor.jangan heran bila masa tanam anda mencapai 7thn hasil nya tetap tidak maksimal,dibandingkan yang terawatt 3thn akan menghasilkan buah yang baik.


Sawit yang produktif akan memunculkan bunga dan dari sana lah terjadi pemisahan jenis jantan dan betina,bunga betina adalah bakal calon tandan buah segar(TBS) dan bunga jantan menyebarkan serbuk nya melalui angina untuk melakukan perkawinan dan tidak akan menjadi tandan buah segar (TBS) oleh karma itu dalam satu kapling 2 hektar tidak lebih dari 10-15 batang,karma megganggu target produksi (TBS)



Tandan buah segar yang baik tidak terlepas dari perawatan kebun sawit yang baik pula,investasi di perkebunan sawit dibutuhkan kesabaran dan ketekunan dalam mengolah dan loyalitas kita terhadap kebun yang ter ukur dan ter arah.

Dalam memanen buah sawit(TBS) dibutuhkan alat antara lain yang:yang terlihat oleh gambar…sejenis seperti tombak namun dimatanya melebar seperti kampak lebar 15cm.alat ini biasa dilakukan umur 3thn-15thn dan adalagi seperti celurit uang cukupbesar deameter 70cm.10thn-25thn dan ada lagi sejenis kampak alat ini biasa dipakai 5thn-10thn, namun rata-rata bermata tipis agar lebih tajam.



Sarat buah (TBS)biasa nya tergantung pada keinginan setandar yang disepakati,namun rata-rata memakai standar seperti berikut: warna merah kekuning kuningan dan harus diperhatikan tanda masak nya tandan sawit ada biji sawit yang jatuh dari batang 2-3 butir untuk yang layak panen seperti gambar dibawah,untuk mengankut kesatutempat haruslah diputuskan tempat dimana mudah terjangkau oleh kendaraan pengankut buah,tapi sebelum nya untuk pengangkutan dari batang kebatang biasanya diangkut oleh angro/angkong bisajuga sejenis gerobak untuk dikumpulkan jadi satu tempat dan akan ditimbang secara manual.


Bila sudah terkumpul dan sudah ditimbang biasanya kendaraanpun datang untuk memuat (TBS) tersebut dan menghantar kan ke pabrik kelapa sawit(PKS)disinilah membuktikan harusnya ada jalan belok-belok selain jalan setral yang harus dibuat agar tidak sulit dalam pengangkutan buah untuk dibawa kepabrik.



Biasanya jalan setral sawit cukup bagus untuk menghubungkan ke jalan utama agarlebih mudah mencapai pabrik terdekat,untuk menerapkan keamanan biasa pula dilakukan pengamanan dalam lingkungan perkebunan dan membuat PORTAL dipintu-pintu masuk dan bias juga dipersimpangan,haltersebut untuk menghidari pencurian buah secara berkelompok.

Untuk meningkatkan hasil perkebunan dan memperbesar usaha anda bisa pula mendirikan (PKS)pabrik kelapa sawit bila menurut anda mampu untuk mengelolanya atau memungkinkan,seiring dengan perkembangan jaman sekarang telah muncul (PKS MINI) dalam hal ini dapat terjangkau oleh kelompok / koperasi / perorangan, yang mana hasil dan produksinya tidak kalah kualitas dibandingkan (PKS) super.

feel free to visit my China stories Blog : http://traveloguechina.blogspot.com

Sunday, July 27, 2014

Cara Menanam Kelapa Sawit


Cara Menanam Kelapa Sawit adalah judul Post kali ini akan membahas tentang bagaimana cara menanam kelapa sawit yang benar. Secara teori penanaman Kelapa sawit bisa dikatakan gampang-gampang susah lah, bagi petani yang telah memiliki jam terbang yang panjang tentu mereka lebih tahu tentang cara penanaman yang benar secara praktis. Namun untuk mendapatkan hasil yang bagus, anda tidak perlu trial and error. Berkut ini kami sampaikan proses penanaman Kelapa Sawit yang menurut kami sudah cukup sistematis.
Pertama, Persiapan lahan
Biasanya kelapa sawit sering ditanam pada lahan bekas hutan yang baru akan dibuka untuk pertanian, ada juga lahan bekas perkebunan karet atau lainnya, ataupun bekas tanaman kelapa sawit yang sudah tua dan akan dilakukan peremajaan kembali. Sekarang kenali dulu calon lahan yang akan anda tanami..

Untuk persiapan lahan perlu dilaksanakan proses pembukaan lahan yang secara mekanis, pada bekas hutan atau bekas tanaman lain seperti karet dan sebagainya terdiri dari beberapa pekerjaan, yakni: a) menumbang, yaitu memotong pohon besar dan kecil dengan mengusahakan agar tanahnya terlepas dari tanah; b) merumpuk, yaitu mengumpulkan dan menumpuk hasil tebangan untuk memudahkan pembakaran. c) merencek dan membakar, yaitu memotong dahan dan ranting kayu yang telah ditumpuk agar dapat disusun sepadat mungkin, setelah kering lalu dibakar. d) pengolahan tanah secara mekanis.
Sedangkan pada pada tanah bukaan ulangan terdiri dari pekerjaan, yakni: a) pengolahan tanah secara mekanis dengan menggunakan traktor. b) meracun batang pokok kelapa sawit dengan cara membuat lubang sedalam 20 cm pada ketinggian 1 meter pada pokok tua. Lubang diisi dengan Natrium arsenit 20 cc per pokok, kemudian ditutup dengan bekas potongan lubang; c) membongkar, memotong dan membakar. Dua minggu setelah peracunan, batang pokok kelapa sawit dibongkar sampai akarnya dan telah kering lalu dibakar; d) pada bukaan ulangan pembersihan bekas-bekas batang harus diperhatikan dengan serius karena sisa batang, akar dan pelepah daun dapat menjadi tempat berkembangnya hama (misalnya kumbang Oryctes) atau penyakit ( misalnya cendawan Ganoderma).

Kedua, Pemancangan
Maksud pemancangan adalah untuk menentukan tempat yang akan ditanami kelapa sawit sesuai dengan jarak tanam yang dipakai. Ajir harus tepat letaknya, sehingga lurus bila dilihat dari segala arah, kecuali di daerah teras dan kontur. System jarak yang digunakan adalah segitiga sama sisi, dengan jarak 9 m x 9 m x 9 m yang nantinya populasi tanaman sekitar 122 pohon. Ada juga petani yang menggunakan teknik mata lima atau anda langung mengukur jarak tanam 8m x 9m atau bahkan 8m x 8m. Berapanpun ukuran jarak yang akan akan jadikan patokan dalam penanam seharusnya tidak terlalu rapat karena akan mempengaruhi produksifitas pohon tersebut. Jadi jangan memaksakan untuk menanam populasi pohon sawit terlalu banyak dengan mempersempit jarak tanam, hal ini yang akan berakibat fatal. 




Ketiga, Pembuatan lubang tanaman
Lubang tanaman dibuat beberapa hari sebelum menanam. Ukuran lubang, panjang x lebar x dalam adalah 50 cm x 40 cm x 40 cm. Pada waktu menggali lubang, tanah atas dan bawah dipisahkan, masing-masing di sebelah Utara dan Selatan lubang.

Keempat, Menanam
Cara menanam bibit yang ada pada polybag, yaitu:
- Siapkan bibit yang siap tanam pada masing-masing lubang tanam yang sudah dibuat.
- Siramlah bibit yang ada pada polybag sehari sebelum ditanam agar kelembaban tanah dan persediaan air cukup untuk bibit.
- Sebelum penanaman dilakukan pupuklah dasar lubang dengan menaburkan secara merata pupuk fosfat seperti Agrophos dan Rock Phosphate sebanyak 250 gram per lubang.
- Buatlah keratin vertical pada sisi polybag dan lepaskan polybag dari bibit dengan hati-hati, kemudian masukkan ke dalam lubang.
- Timbunlah bibit dengan tanah galian bagian atas (top soil) dengan memasukkan tanah ke sekeliling bibit secara berangsur-angsur dan padatkan dengan tangan agar bibit dapat berdiri tegak.
- Penanaman bibit harus diatur sedemikian rupa sehingga permukaan tanah polybag sama ratanya dengan permukaan lubang yang selesai ditimbun, dengan demikian bila hujan, lubang tidak akan tergenang air.
- Pemberian mulsa sekitar tempat tanam bibit sangat dianjurkan.
- Saat menanam yang tepat adalah pada awal musim hujan.

PUPUK BAGI KELAPA SAWIT DI LAHAN GAMBUT

Budidaya kepala sawit di lahan gambut mempunyai suatu tantangan tersediri. Lahan gambut merupakan lahan yang berpotensi tinggi, namun dalam kondisi tidur, di sinilah peran pupuk hayati Bio P2000Z sangat signifikan. Hal ini dapat diketahui bahwa kandungan bahan organik di dalam lahan gambut sangat tinggi, bahan tersebut merupakan sumber unsur hara yang sangat potensial.
Namun lahan gambut merupakan lahan yang bermasalah beberapa masalahan pada umumnya terjadi di lahan gambut adalah sebagai berikut:

(1) Permasalahan bahwa unsur hara tersebut dalam kondisi tidak dapat diserap oleh tanaman dikarenakan adanya keasaman tanah, dan beberapa unsur terikat dampak dari proses penimbunan dan perendaman yang beratus-ratus tahun.
(2) Kandungan unsur hara tertentu yang berasal dari tanah relatif sangat sedikit. Walaupun dibutuhkan tanaman relatif sedikit, namun karena ketersediaan di lahan tidak mencukupi maka tanaman yang ada di atasnya sering mengalami kekurangan unsur tersebut yang berdampak pada proses metabolisme dan kesehatan tanaman.
(3) Kandungan unsur-unsur racun bagi tanaman dan hewan yang merupakan dampak dari keasaman tanah tersebut. Secara proses kimiawi hidroksida akan diikat, sedangkan unsur-unsur kation yang biasanya berupa logam menjadi terlepas yang menjadi senyawa racun bagi tanaman, hewan dan manusia.
(4) Kandungan air yang ada di lahan gambut. Struktur lahan gambut tidak padat, yaitu terdiri dari sisa-sisa tanaman yang tidak membusuk secara total. Sehingga antara satu bagian dengan bagian lainnya mempunyai rongga. Pada saat lahan digenangi air maka seluruh lapisan terisi air. Kondisi ini terjadi beratus tahun karena lahan gembut biasanya pada lahan yang tergenang air yang tidak teralirkan. Upaya membuat drainase dan mengalirkan air yang menggenang akan berdampak pada mengalirnya seluruh air yang ada di lahan tersebut. Sehingga lahan menjadi kering kerontang.
(5) Ketebalan gambut berpengaruh terhadap tanaman. Tekstur lahan tidak mantap, banyak rongga, bahan berasal dari materi tanaman, kandungan tanah alam sangat sedikit atau bahka tidak ada. Untuk tanaman tahunan yang dapat tumbuh dengan besar, maka ketebalan gambut menjadi masalah. Lahan gambut pada umumnya tidak padat, sehingga tanaman besar dapat miring atau bahkan rubuh jika ditanam di lahan gambut.
(6) Banyak lagi permasalahan yang ada di lahan gambut yang tidak seluruhnya dituliskan di sini.



B. Pemanfaatan Lahan Gambut Untuk Lahan Pertanian
Pemanfaatan lahan gambut untuk lahan pertanian yang subur telah terjadi di berbagai daerah, di luar negeripun lahan-lahan subur di benua Amerika, Canada, dan Amerika Tengah dan Amerika Selatan (Argentina, Brazil dan Chili) sebagian berasal dari lahan gambut. Demikian pula lahan di Indonesia sendiri sebagian berasal dari lahan gambut. Khusus untuk budidaya tanaman sawit sudah banyak lahan gambut yang digunakan.
Adanya inovasi baru di bidang teknologi pertanian sangat memungkinkan penanganan lahan gambut dengan hasil yang optimal. Selama ini penanganan lahan gambut di Indonesia masih menggunakan sederhana, namun hasilnya cukup menggembira-kan. Proses sederhana ini akan lebih optimal dengan menambah atau menyempurnakan dengan menggunakan inovasi teknologi yang saat ini telah ditemukan. Beberapa proses penanganan lahan gambut menjadi lahan pertanian khususnya untuk budidaya kelapa sawit adalah:
1. Proses fisik: dilakukan dengan membangun/menata lahan sehingga drainase dan pembentukan lahan untuk media tanaman tersedia. Lahan yang semula digenangi air, maka dilakukan drainase yang membuat lahan tidak tergenang lagi. Jika ada tanaman di atasnya maka tanaman dapat tumbuh dan tidak terganggu dengan adanya air yang tergenang. Pembangunan drainase ini dinamakan tata air makro dan tata air mikro. Proses ini tetap dilakukan karena pembenahan fisik sangat diperlukan.
2. Proses kimia: dilakukan pada lahan-lahan yang mempunyai keasaman tinggi atau pH rendah, maka berpengaruh pada pertumbuhan tanaman. Dalam kondisi tertentu membuat tanaman tidak dapat tumbuh. Upaya perlakukan yang digunakan adalah memberikan kapur tohor dan dolomit.
Proses ini membutuhkan waktu yang relatif lama dan membutuhkan materi kapur dan dolomit relatif banyak. Sedangkan hasil yang dicapai masih meragukan, jika kondisi keasaman sangat kuat justru kapur menggumpal dan lahan tidak berubah.
Penanganan lahan asam menjadi netral dapat dilakukan dengan cara memproduksi bahan katalisator yang mengubah sifat asam tanah menjadi netral, dan bahan tersebut dapat diproduksi dari bahan gambut bersangkutan. Proses tersebut hanya dapat dilakukan oleh makluk hidup mikroba/ jasat renik.
Ada jenis mikroba yang dapat menghasilkan enzym bersifat katalisator yang mampu mengubah senyawa asam menjadi netral. Mikroba tersebut ditemukan pada tanaman yang seharusnya tidak tumbuh di lahan gambut, tetapi ditemukan tumbuh. Setelah diteliti ternyata terdapat mikroba yang bersifat seperti yang dijelaskan di atas. Pada saat ini mikroba tersebut telah dikembangkan dengan mikroba lain dalam produk dari”Teknologi Bio Perforasi” (pupuk hayati ”Bio P 2000 Z”, pupuk organik granul ”Bio Alami” dan pupuk organik cair ”Phosmit”
3. Proses alami: biasanya penanganan lahan gambut ini dengan cara alami yaitu ditanami dengan jenis tanaman yang cocok. Dengan berjalannya waktu dicoba dengan tanaman lainnya dan semakin beragam. Biasanya menunggu antara 5 tahun untuk lahan gambut jenis D dan E, sedangkan pada lahan gambut C dan B membutuhkan antara 5 sampai 10 tahun. Bahkan untuk lahan A dan sebagian B membutuhkan waktu lebih dari 10 tahun.
Lamanya proses tersebut dikarenakan kondisi dan kandungan unsur-unsur kimia yang perlu diubah menjadi kondisi yang cocok dengan pertumbuhan tanaman.
Misalnya: Tanah asam perlu dinetralkan; kandungan unsur yang bersifat penghambat tanaman (logam-logam berat) perlu diubah persenyawaannya menjadi tidak beracun, bahan organik yang belum busuk perlu dibusukkan.
Proses ini sebenarnya secara alami dilakukan oleh mikroba. Lamanya waktu yang dibutuhkan dalam proses ini karena keberadaan mikroba relatif sedikit, dan bahkan tidak ada. Dengan jumlah relatif sedikit tingkat pencapaian hasil menjadi lambat dan kurang sempurna sesuai harapan.
Inovasi yang dilakukan ”Teknologi Bio Perforasi” (pupuk hayati ”Bio P 2000 Z”, pupuk organik granul ”Bio Alami” dan pupuk organik cair ”Phosmit” adalah gabungan penyediaan unsur hara siap serap dan mikroba-mikroba digunakan sebagai pengelola tanah dan tanaman yang terdiri dari:
(1) Mikroba pengelola kondisi lahan, yang mempunyai kemampuan sebagai pengubah keasaman tanah, mikroba yang mampu mengubah unsur racun bagi tanaman menjadi senyawa tidak beracun.
(2) Mikroba pengelola unsur hara tanaman yang mempunyai kemampuan: menyerap unsur N2,O2, H20, CO dari udara; mempunyai kemampuan menguraikan ikatan Phospat di tanah. Mengubah zat-zat kimia termasuk pupuk an organik menjadi organik dan menyimpannya dalam tubuh yang siap diserap tanaman.
Dari dua kemampuan tersebut maka lahan gambut dapat dipercepat paling lambat 2 tahun sudah sama dengan kondisi secara biasa mencapai 10 tahun.
4. Proses pembakaran: Proses ini sering dilakukan untuk penanganan lahan gambut. Proses ini diawali dengan mengalirkan air yang tergenang dengan membuat saluran drainase. Setelah kering lahan dibakar.
Dampak yang ditimbulkan dengan proses pembakaran ini adalah: (1) hilangnya timbunan unsur hara (gambut) yang bernilai milyaran jika dikonversikan dengan harga pupuk an organik. (2) tanah menjadi sangat miskin, dan biasanya jika digunakan untuk lahan pertanian memerlukan unsur tambahan termasuk nitrogen yang seharusnya melimpah di lahan gambut. (3) berpengaruh terhadap emisi carbon yang sangat ini semarak dibicarakan.
Penggunaan teknologi bio perforasi yaitu memfungsikan Mikroba dekomposer yang mempunyai kemampuan menguraikan/ membusukkan baik bahan organik maupun membongkar bahan-bahan an organik dari tanah maupun batuan lunak.
Dengan demikian lahan gambut yang berasal dari tanaman yang tidak diuraikan karena tergenang, dengan bantuan mikroba pada proses teknologi bio perforasi akan terdekomposing (teruraikan) atau mengalami proses pembusukan menjadi bahan organik yang tidak beracun bagi tanaman dengan kandungan unsur hara tidak hilang baik oleh pembakaran maupun tercuci air.


feel free to visit my China stories Blog : http://traveloguechina.blogspot.com

PELUANG USAHA DI KEBUN KELAPA SAWIT


Minyak sawit berasal dari buah pohon kelapa sawit (Elaeis guineensis), suatu spesies tropis Yang berasal dari Afrika Barat, namun kini tumbuh sebagai hibrida di banyak belahan dunia, Termasuk Asia Tenggara dan Amerika Tengah. Minyak sawit menjadi minyak pangan yang paling banyak diperdagangkan secara internasional pada tahun 2007. Minyak yang relatif murah ini digunakan untuk berbagai tujuan. Permintaan dunia akan minyak sawit telah gelonjak dalam dua dasawarsa terakhir, pertama karena penggunaannya dalam bahan makanan, sabun, dan produk-produk konsumen lainnya, dan belakangan ini sebagai bahan baku mentah bahan bakar nabati. Naiknya tingkat kemakmuran di India dan Cina, kedua negara importir terbesar di dunia, akan menambah permintaan akan minyak sawit dan minyak sayur yang dapat dimakan lainnya untuk berbagai kegunaan. Buah sawit adalah sumber bahan baku CPO (Crude Palm Oil) dan PKO (Palm Kernel Oil). CPO dihasilkan dari daging buah sawit,
sedangkan PKO dihasilkan dari inti buahnya

Hal yang menarik saat kita membincangkan soal Peluang Usaha kelapa sawit. Jika menyebut perkebunan kelapa sawit, yang terpikir di benak seseorang tentulah penghasilan yang tinggi dan besar.

Sawit dijual berdasarkan standar nilai tukar dollar. Prospek bisnis kelapa sawit memang cukup bagus.
Krisis ekonomi yang menyebabkan nilai tukar rupiah terhadap dollar anjlok malah menjadi buah kebahagiaan bagi para petani kebun sawit. Meningkatnya nilai tukar dollar terhadap rupiah sama artinya dengan melambungnya harga sawit di pasaran dunia. Alhasil, krisis ekonomi memberikan angin segar peningkatan gaji para petani kelapa sawit.

Meskipun industri kelapa sawit diakui sebagai kontributor pencemar lingkungan kedua setelah industri kertas, kenyataannya industri ini terus saja berkembang dengan kian pesatnya perluasan lahan kelapa sawit di Sumatera. Riau misalnya, sebagian besar wilayah hutannya telah disulap menjadi kawasan perkebunan kelapa sawit. Industri kelapa sawit hulu tentunya perlu diimbangi dengan pengembangan industri kelapa sawit hilir.

Prospek bisnis kelapa sawit hilir tentunya menjanjikan potensi besar untuk geliat perkembangan ekonomi daerah terkait dibandingkan dengan industri hulu kelapa sawit.
Industri kelapa sawit hulu merupakan industri kelapa sawit mentah, menghasilkan Crude Palm Oil (CPO) yang diekspor secara mentah ke pihak-pihak luar yang membutuhkan. Sementara industri kelapa sawit hilir merupakan industri pengembangan dari bahan baku CPO tadi, misalnya industri sabun, mentega dan sebagainya.

Prospek Bisnis Kelapa Sawit - Keuntungan Memiliki Kebun Kelapa Sawit
Siapa bilang jadi petani itu miskin? Petani yang punya gaji melebihi gaji Pegawai Negeri Sipil adalah mereka para petani kelapa sawit. Tanpa harus berlelah-lelah kerja full time setiap harinya, para petani sawit menghasilkan jutaan rupiah tiap bulannya, bahkan bagi mereka yang memiliki lahan sawit cukup luas, penghasilan perbulan bisa mencapai puluhan juta.
Dengan satu keistimewaan, para petani tersebut cukup makan tidur di rumah tanpa bekerja, sementara gaji perbulan terus mengalir. Inilah prospek bisnis kelapa sawit yang cukup menjanjikan. Banyak para pegawai negeri yang tinggal di kota, pada akhirnya berlomba-lomba membeli perkebunan kelapa sawit karena dinilai kebun kelapa sawit sebagai bentuk deposito unik yang menghasilkan uang secara mudah tiap bulannya.
Berikut ini beberapa keuntungan realistis yang akan diperoleh seseorang apabila menginvestasikan kekayaan mereka untuk bisnis dan membeli perkebunan kelapa sawit.

Menghasilkan Uang Tanpa Lelah Bekerja Rata-rata para pemilik kebun kelapa sawit berpenghasilan lumayan, oleh sebab itu untuk perawatan dan pemanenan kelapa sawit, mereka cukup mengupahkan pada tenaga buruh. Si pemilik kebun tak perlu repot untuk merawat kebunnya, karena dari gaji yang ia peroleh tiap bulannya lebih dari cukup untuk menggaji karyawan kebun

Harga Kebun Sawit Selalu NaikHarga satu kavlingan kebun sawit yang usianya telah mencapai belasan tahun bisa berharga ratusan juta rupiah seluas rata-rata empat hektar. Harga ini akan terus naik jika harga sawit di pasaran internasionalikut naik. Jikalau pun harga sawit turun, harga penjualan tidak akan jatuh secara drastis.

Si Pemilik Bisa Kaya Raya Jika Diselingi dengan Pekerjaan atau Usaha LainBanyak para pegawai negeri yang sukses dengan tetap memiliki kebun kelapa sawit ditambah dengan pekerjaan tetapnya. Atau mereka yang menginvestasikan penghasilan dari kebun sawitnya untuk membuka bisnis yang lain.

Kombinasi ini memang penting untuk mengantisipasi jika sewaktu-waktu harga sawit di pasaran internasional anjlok. Banyak para pegawai negeri yang sudah sukses di kota membeli kebun kelapa sawit dengan salah satu alasan di atas.


Prospek Bisnis Kelapa Sawit Semakin Menjanjikan
Walaupun krisis keuangan global menerpa negara-negara Eropa dan negara berkembang lainnya, industri kelapa sawit di negara Indonesia diperkirakan tak akan terpengaruh oleh hal tersebut. Bahkan, prospek industri bisnis kelapa sawit diprediksi akan tetap cerah beberapa tahun ke depan.

Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) berpendapat bahwa investor sektor perkebunan kelapa sawit di masa yang akan datang masih tetap tinggi sebab permintaan komoditasnya terus mengalami peningkatan. Selain itu, investasi asing untuk sektor industri kelapa sawit pun masih sangat terbuka lebar.

Sementara itu, Sekjen Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) mengatakan juga bahwa setiap tahunnya, permintaan minyak kelapa sawit terus mengalami peningkatan sehingga investasi di sektor komoditas ini pun pasti akan menarik bagi sejumlah investor. Walaupun saat ini harga kelapa sawit turun karena melemahnya permintaan di pasar global, tetapi tetap harga komoditas tersebut masih sangat menjanjikan dalam jangka panjang.

Di sisi lain, permintaan minyak nabati pun terus meningkat. Kebutuhan tambahan minyak nabati dapat mencapai sekitar 6 juta ton setiap tahunnya. Nah, kebutuhan tambahan ini dapat dipenuhi oleh industri kelapa sawit. Misalnya 2 juta ton untuk pasar Indonesia dan 1,5 juta ton untuk pasar Malaysia.

Jadi, ada sekitar 3,5 juta ton peluang pasar suplai kebutuhan untuk industri kelapa sawit. Ini adalah sebuah prospek menjanjikan sebab Indonesia masih mempunyai banyak lahan menjaga sekaligus meningkatkan aktivitas industri kelapa sawit.

Walaupun begitu, tetap saja ada kendala yang dihadapi. Ya, industri kelapa sawit terganjal oleh sejumlah permasalahan, terutama berhubungan dengan persepsi publik yang negatif seperti isu deforestasi, kerusakan lingkungan, isu kesehatan, dan juga ekspansi lahan yang dituduh memicu munculnya konflik sosial dengan masyarakat.



Oleh sebab itulah, para pengusaha industri kelapa sawit wajib berpartisipasi untuk menentukan nasib industri kelapa sawit di masa yang akan datang. Dalam hal ini, harus dibuat rumusan strategi untuk mempromosikan dan juga mengelola perkembangan industri kelapa sawit yang bersifat jangka panjang.

Untuk mewujudkan hal tersebut, setidaknya terdapat dua hal penting yang wajib dilakukan. Pertama mengelola persepsi, meluaskan akses, dan akseptansi atau penerimaan pasar. Kedua, mengelola agenda serta proses untuk mewujudkan industri kelapa sawit yang berkelanjutan atau sustainable.

Selain kedua hal tersebut, para pelaku industri kelapa sawit jangan pernah lupa dengan tanggung jawabnya terhadap sosial dan lingkungan. Diperlukan pula perumusan strategi &nbsp;yang dibuat oleh para pelaku industri untuk melawan kampanye negatif. Saat ini, kampanye negatif terhadap industri kelapa sawit sangat mungkin berdampak buruk. Tapi, sejarah telah mengajarkan kepada kita semua bahwa dengan arahan yang tepat, usaha pengembangan industri sawit di Indonesia dapat meraih hasil positif.


Prospek Bisnis Kelapa Sawit Lewat Kerja Sama
Selain para pelaku industri kelapa sawit, pemerintah pun ikut ambil bagian untuk lebih mengembangkan industri tersebut. Saat ini, pemerintah telah melakukan kerja sama dengan sejumlah negara dan Pakistan adalah salah satu negara yang menjalin kerja sama dengan Indonesia.

Meskipun ekspor kelapa sawit ke negara Pakistan mengalami penurunan setiap tahunnya, pemerintah Indonesia tetap menjalin hubungan kerja sama.

Negara lainnya yang juga berminat menginvetasikan modalnya di industri kelapa sawit Indonesia adalah Thailand. Ini adalah salah satu kesempatan bagus untuk menarik minat investor lainnya sehingga mampu menggali sekaligus meningkatkan potensi bagi Pendapatan Hasil Daerah dan kesejahteraan rakyat.

Hal ini didukung oleh permintaan untuk Crude Palm Oil (CPO) di pasar global yang terus meningkat tajam;Tentunya, ini sangat menjanjikan bagi seluruh pelaku industri kelapa sawit di Indonesia untuk terus mengembangkan sektor industri tersebut.

Tandan buah segar kelapa sawit harus diolah dalam waktu 24-48 jam sejak dipanen agar tidak mengalami penurunan kualiatas. Jika pengolahan tidak berjalan secara tepat waktu, maka produknya tidak lagi mememuhi persyaratan kelas pangan yaitu kandungan Asam Lemak Bebas (FFA) sekitar 5-6%.

Pengolahan buah sawit menjadi CPO sebetulnya memiliki teknologi proses yang sangat sederhana, yaitu : rebus, peras, dan pisah. Atas dasar tiga hal tersebut inilah pengembangan pengolahan CPO dilaksanakan. Mulai dari yang paling sederhana sampai pada tingkat teknologi tinggi. Pengembangannya tentu dalam upaya untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas produk yang diinginkan sesuai kebutuhan pasar, gambaran diagram singkat proses sederhana pengolahan TBS


Tandan Buah Segar (TBS) dengan mutu yang baik akan menghasilkan :

Kualitas Buah yang dihasilkan tenera (rendemen 22 -24) atau dura (rendemen 17-18%)

1. Minyak sebanyak 20-25%
2. Inti (kernel) sebanyak 4-6%
3. Cangkang 5-9%
4. Tandan kosong (empty fruit bunch) 20-22%
5. Serat (fiber) 12-14%

Sedangkan Buah Berondolan akan menghasilkan:
1. Minyak sebanyak 30-34%
2. Nut (biji) 15-17%
3. Serat (fiber) 14-30%
4. Sampah 2-10%

Sebelum melaksanakan pembangunan PKS (Pabrik Kelapa Sawit) harus mempunyai daya dukung bahan baku yang cukup untuk pelaksanaan prosesnya, berdasarkan perkiraan potensi produksi, maka kapasitas pabrik dapat dihitung. Dengan asumsi tiga shift kerja perhari (20 jam kerja perhari) dengan 25 hari kerja perbulan serta kapasitas produksi maksimum yang disesuaikan dengan produksi bulanan diperhitungkan sebesar 10,5%, maka untuk mengolah seluruh produksi TBS tersebut akan dibutuhkan pabrik dengan kapasitas minimal (6.000 ha x 20 ton TBS/ha x 10,5%) : (25 hari x 20 jam) = 22,5 ton TBS/jam. Tanaman kelapa sawit tenera unggul yang bersumber dari Pusat Penelitian Kelapa Sawit dapat menghasilkan 23 - 28 ton TBS/ha/tahun Dengan tingkat produktivitas yang demikian, dapat diperoleh sekitar 5.5 - 7,5 ton CPO dan 0,5 ton minyak inti sawit/ha/tahun pada tingkat oil extraction rate(rendemen CPO) 23 – 26% dan kernel extraction rate (rendemen inti) 6,5 – 8% (Asmono et al., 2001).
Pemilihan lokasi pabrik ini dilakukan dengan memperhitungkan adanya batasan- batasan yang umum berlaku antara lain mengenai penggunaan sumber air dari sungai agar dapat mensuplai kebutuhan air untuk pengelolaan sepanjang tahun. Topografi yang ideal untuk pabrik dipilih yang datar namun demikian pembuatan loading ramp dibutuhkan tempat yang lebih tinggi dari unit rebusan sehingga perlu dilakukan penimbunan.

Lokasi yang dipilih harus memiliki daya dukung tanah yang cukup baik karena tanah harus mampu menopang semua bangunan dan peralatan pabrik yang dibangun diatasnya. Disamping itu lokasi pabrik harus bebas banjir dan memiliki drainase vang baik. Pertimbangan lain yang diperhatikan adalah arah angin yang sering terjadi di lokasi sedapat mungkin asap dari cerobong pabrik tidak mencemari udara di lingkungan komplek permukiman karyawan atau penduduk sekitamya termasuk tingkat kebisingannya. Pabrik kelapa sawit (PKS) adalah unit ekstraksi minyak kelapa sawit mentah (CPO) dan minyak inti sawit (PKO) dari TBS kelapa sawit. Pengembangan tanaman kelapa sawit selalu disertai dengan pembangunan pabrik. Hal ini disebabkan minyak sawit mudah mengalami perubahan kimia dan fisika selama minyak dalam tandan dan pengolahan. Perencanaan pembangunan pabrik haruslah selaras dengan rencana penanaman dan rencana produksi TBS.

Menurut SK Menteri Pertanian No.107/Kpts/2000, sebuah pabrik kelapa sawit (PKS) hanya dapat didirikan apabila perusahaan tersebut mempunyai kebun yang mampu memasok 50 % dari kapasitas PKS yang akan dibangun (Pusat Penelitian Kelapa Sawit, 2004).



feel free to visit my China stories Blog : http://traveloguechina.blogspot.com